Monthly Archives: September 2016

Energi Berlimpah Jiah Al Jafara

Standar

Jiaah! Sepotong kata yang biasanya muncul saat kita kaget atau terkesima terhadap suat hal atau peristiwa yang terjadi. Ternyata istilah ‘jiaah” ini tak sekadar ekspresi kaget, tapi ia pumya makna khusus bagi gadis manis asal Jepara. Ia memilih nama Jiah sebagai nama udaranya. Jiah al Jafara begitu ia menulis namanya.

Mulanya saya kira Jiah ini seusia saya atau sedikit lebih muda. Karena itu, saya memanggilnya Mbak Jiah. Setelah cukup lama, membaca banyak obrolan di grup arisan blogger kami, barulah saya tahu kalau Jiah lebih pas dipanggil Dik Jiah.

Gadis  kelahiran Jepara ini menyimpan energi yang luar biasa. Dengan gaya bicara ceplas-ceplos, ia tampil apa adanya. Matanya yang tajam, lesung pipit, dan kulit hitam manis memberi pesan tersirat keyakinannya terhadap impian dan harapan hidup yang ingin diraihnya.

Photo:

doc.jiah.my.id

Saya mengenalnya belum lama, masih kurang dari setahun. Pun belum pernah berjumpa secara langsung.  Kami juga belum pernah berkomunikasi membahas suatu hal secara intens. Komunikasi kami biasanya terjalin di grup Whatsapp.  Komunikasi massif, yaitu obrolan yang terjadi antara beberapa orang dan sahut menyahut.

Obrolan dalam grup meskipun terjadi secara massif, sahut-menyahut seperti itu, tetap bisa menunjukkan karakter setiap orang. Ada yang karakternya cerewet, pendiam, suka curhat, sedikit galak, atau yang ceplas-ceplos cuek pun tampak di sana.

Jiah termasuk pada  tipe ceplas-ceplos cuek. Sekalipun untuk sebagian orang karakter di dunia maya dengan di dunia nyata bisa berbeda, dalam pandangan saya, gadis ini konsisten dengan karakternya di semua kesempatan. Ia bisa menjadi teman baik yang menyenangkan di semua suasana.

Beberapa kali saya singgah di www.jiah.my.id. Di “rumah”nya ini, ia berbagi cerita tentang impian-impiannya. Melalui tulisan-tulisannya tentang berbagai hal, tersirat gadis ini berpola pikir maju dan terbuka. Pola pikir yang mendorongnya bercita-cita bisa travelling ke banyak tempat di Nusantara ini. Tentu setelah Nusantara dijelajahi, ia akan mengembangkan sayap mengunjungi tempat-tempat indah dan asyik di mancanegara.

Saya mengagumi semangat dan kepercayaan dirinya.  Jiah seperti menyerap energi Kartini, pahwalan emansipasi wanita yang juga berasal Jepara. Semangat dan energinya meraih cita-cita menggambarkan perjuangan Kartini tidak sia-sia. Sebagai blogger, jam terbangnya sudah tak diragukan lagi. Sebagai individu, ia pasti punya pencapaian-pencapaian yang membuat diri dan keluarganya bangga. Tinggal satu hal yang masih dalam penantiannya, yaitu sosok pangeran yang akan mendampinginya mengisi hari-harinya.

Mungkin kelak jika saat itu tiba, ketika pinangan datang menghampirinya, banyak kolega yang akan berkata,”Jiaah! Akhirnya sang pangeran datang juga. Pangeran untuk gadis manis berlesung pipit dari Jepara.”Semoga Tuhan memberkahi setiap doa yang menyertai langkahmu ya,Dik J. ^_^

 

 

Iklan