Monthly Archives: Agustus 2015

Terlambat

Standar

Sebenarnya saya tahu kalau harus rapat, tetapi ada beberapa halangan yang memaksa saya absen. Karena itu, saya diam saja saat beliau menginformasikan soal ini di grup Whatsapp kantor semalam. Beberapa halangan itu tidak hanya membuat saya absen rapat, tetapi juga membuat saya datang terlambat satu jam. Sebenarnya sudah biasa sih terlambat, tapi karena ngepas banget dengan jadwal rapat, ya ketahuan lah saya selama ini sering telat. Untuk kasus telat ini, saya  selalu sial. Di kantor ini, ada tiga orang yang serinng telat atau sibuk dengan beberapa urusan di luar kantor. Saya dan dua orang teman. Sayangnya, mereka selalu beruntung. Pas telat, pas bos tidak ada di tempat. Sementara saya, pas telat, pas bos lihat. ow..ow..
Kelanjutan ceritanya sudah bisa ditebak kan? Bos memanggil saya lewat seorang teman. Saya sudah tahu apa yang akan disampaikan. Tahu diri bersalah, saya lebih banyak mengiyakan semua wejangan beliau. Sesekali sih saya menyampaikan pendapat saya ( baca : menyanggah pendapat beliau). Untungnya, bos saya ini bukan tipe perempuan keras kepala yang senang memamerkan kekuasaannya. Beliau tetap memberi wejangan dengan ramah dan bahasan yang santun. Sebagai anak buah yang pada dasarnya baik, saya meminta maaf dan berjanji tidak akan datang telat lagi ( baca : berusaha).
Begitu lengketnya saya dengan kebiasaan buruk ini, terlambat bisa ditabiskan menjadi nama tengah saya. Maksud hati sih ingin tepat waktu, apa daya selalu ada urusan mendadak mengganggu. Mendadak malas bangun pagi, mendadak harus masak, mendadak harus ngepel, mendadak harus kirim paket, mendadak harus balik lagi ke rumah karena ada yang tertinggal, mendadak  harus setrika, mendadak saya ingin ngeteh santai dulu 15 menit sebelum mandi, dan mendadak Рmendadak lain yang membuat saya terpaksaa harus terlambat.
Nah, sudah bel masuk kelas. Saya ga mau terlambat juga karena mendadak ingin menulis banyak.hehehe . . .