Monthly Archives: Januari 2014

Awalnya Adalah Bangun Pagi

Standar

Januari sudah berjalan 24 hari. Sayangnya,hari- hari masih berjalan sama kacaunya seperti bulan-bulan sebelumnya. Ini kaos kaki banget! Aku belum bergeser sedikit pun!

Resolusiku lebih sedikit ketimbang tahun lalu. Olahraga setiap pagi,berangkat kerja setiap jam 9 pagi supaya tdk tergesa-gesa, solat tepat waktu, dan lbh santai mendidik lintang. Tampak sederhana,tapi berat ternyata.

Mana bisa olahraga pagi kalau jam 8 aku baru berhasil memaksa tubuhku bangun dari kasur. Jam 8 baru bangun,masih harus beresin ha2 kecil yang menyita waktu membuatku berkali-kali gagal berangkat jam 9 pagi.huhuhu..

Karena itu, rasanya aku agak putus asa dng kegagalanku bangun pagi. Alarm sudah kunyalakan,agenda sudah kususun,kewajiban2 sudah antre menunggu dilunasi. Namun,cuma 10% yang kupenuhi. Selbihnya? ku-reschedule lagi,lagi,dan lagi. Aku takut ketika ada masa yang membuatku menyesal karena tak ada waktu dan kesempatan lagi.

Akarnya adalah bangun pagi. Aku bisa subuhan tepat wktu,tilawah – yakin bgt bisa one day one juz kalo metodenya disiplin begini- ,bantu ibu beresin rumah,kerjain pekerjaan rmh tanggaku,siapin bekal sekolah buat lintang,baca kompas sambil ngeteh dan ngemil. Betapa nikmatnya…

Selalu malu kalau ada yang bilang,”Jangan diperbudak kesibukan.” Uhuk,aku tak sibuk sesibuk mereka yang sangat sibuk. Aku hanya malas. Aku tak melakukan hal baru,hanya rutinitas itu2 saja. Garing banget. Tidak berdaya pada kemalasan sendiri. Ah,masalah klasik yang membosankan. C’mon,wake up and move on! Hiks, ini motivasi mulu,teori thok!!

Tau ga? akhir2 ini aku mengalami krisis berjiwa besar. Entah apa namanya sih,yang pasti kukira ini penyakit hati. Perasaan jelek yang ga tau hinggap sejak kapan,tetapi mulai terasa minggu2 terakhir ini. Suka sirik.Ih,nyebelin banget kan?! Itu perasaan yang memalukan. Seharusnya tidak mampir di hatiku.

Nah,sekira seminggu terakhir ini,aku mulai menelusuri sebab akibat kenapa si sirik muncul & bertamu lama sekali. Negativitas muncul dalam bentuk apa saja. Kali ini si sirik namanya.

Hasil penelusuranku,kusimpulkan si sirik tak kunjung hilang karena aku kecewa pada diriku sendiri. Owh! Tau kenapa? Karena aku selalu gagal bangun pagi,selalu me-reschedule banyak agenda akibat kemalasan atau kelalaianku. Jadilah,kekecewaan menumpuk,penyakit hati pun muncul.

Di titik ini,pembenahan harus dimulai dari konsisten bangun pagi lalu fokus pada agenda pagi agar byk pekerjaan selesai,hatiku pun tenang. Could I? Yes, I must do it! Memaksa diri sendiri menepati janji pada diri sendiri. luar biasa susahnya. Menengok list yang harus kuselesaikan,rasanya waktu sempit banget. Sementara waktuku habis terbuang utk baca pesan2 di whatsapp atau ngobrol ngalor- ngidul dengan teman-teman atau main gadget hingga waktu berlalu. Niat menulis pun pudar. Karya tak ada,waktu hilang melayang.Astaghfirullah..aku tipe manusia merugi kalau begini terus..

Iklan