Monthly Archives: Agustus 2013

Duh, Saya Kok Sulit Menulis? # Part I

Standar

Emergency! Gawaat! Saya kehilangan alur saat menulis. Kenapa saat saya sibuk dengan pekerjaan lain, tulisan dan gambaran alurnya begitu lancar tergambar di benak saya? Namun, saat saya sudah menyalakan laptop, semua gambaran dan ide hanya meninggalkan gambaran kabur semata. 

Hiks..ini menyedihkan betul. Saya yang yakin punya kemampuan di bidang ini merasa sangat sedih. Ini akibat terlalu santai sehingga saya abaikan disiplin menulis. Saya-si kumpulan ide brilian- sibuk dengan pritilan-pritilan hal sepele. Lagi-lagi, untuk kesekian kali, saya menghabiskan waktu untuk chatting di whatsapp, browsing tak karuan, atau beres-beres kelamaan.

the point is : manajemen waktu saya kacau sekali!!

Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi ini? yang terbersit dalam benak saya adalah harus langsung menuliskan ide-ide yang muncul saat itu juga. Ide tak bisa menunggu. Ia bisa hilang ditelan waktu. 

Sementara, saya tak bisa menulis di sembarang tempat. Saya tak suka jika ada yang ingin tahu saya sedang mengetik apa. Selama tulisan masih belum selesai, saya tak mau orang lain; siapa pun dia membacanya. Saya malu hati kalau ada yang membaca tulisan belum matang saya.

Sayangnya, sebagian besar waktu saya habis bersama banyak orang. Tak ada meja kerja pribadi. Yang ada meja publik tempat orang-orang berkumpul. Bercerita dan -sebagian- harus rela berbagi apa yang sedang dia baca atau sedang dikerjakannya.

Kalau saat itu saya sedang mengerjakan soal-soal, memeriksa hasil kuis siswa, atau membaca materi untuk mengajar, tak masalah. Akan tetapi, akan terasa tidak asyik kalau saya sedang sibuk dengan proyek pribadi. 

Banyak proyek pribadi yang terbengkalai akibat saya tak bisa fokus bekerja di keramaian. Sementara untuk menyisihkan waktu istirahat dan beres-beres di rumah, saya masih bebal sekali. Kuncinya memang saya : oleh saya, untuk saya, dan dari saya. Sayalah sumber kedaulatan itu!

Saya kembali teringat pada tulisan Steven Covey  7 Habits for Effective People.  penulis buku motivasi legendaris ini mengajarkan agar kita membiasakan melakukan suatu kegiatan secara rutin selama tiga bulan maka itu akan menempel pada diri kita. Owh! itu pesan yang selalu saya sampaikan pada siswa di depan kelas.

Ironis ya? Saya belum bisa seperti apa yang saya sampaikan tentang manajemen waktu. Ya Tuhan, ini sulit sekali. Kesadaran tak berdaya yang saya alami ini seringkali membuat saya kesulitan. Tak hanya agenda menulis yang terbengkalai, tetapi juga terlambat ngantor.

Hiks! Terlambat ngantor yang berulang. Berulang pula panggilan bos saya alami lima tahun ini. Di titik ini, saya nyaris menyerah menghadapi kendablegan saya sendiri.

Iklan