Lamaa Sekali Tak Menulis

Standar

Rasanya sudah lamaa  sekali saya tidak menulis. Entah berapa lama tepatnya, tetapi terasa inspirasi itu menguap entah ke mana. Tak ada paksaan, tak  ada tenggat tulisan, dan tak ada yang bisa disampaikan membuat saya enggan berbagi kisah tentang apa saja.

Apa sebabnya? Mengapa otak dan hati ini terasa tumpul saat pena sudah di ujung jari dan rangkaian kata tak kunjung mampu dikeluarkan? 

Saya punya banyak jawaban. Pertama, kebiasaan menunda yang akut. Ide-ide berlarian di kepala saya. Setiap peristiwa dan setiap tempat yang saya jumpai meninggalkan sangat banyak kesan. Namun, kebiasaan menunda akhirnya berujung pada lupa. Jadi, saat pena ingin menari, ide-ide itu sudah menguap bersama udara.

Kedua, kurangnya membaca. Buku-buku bertumpuk di rak dan lemari. Belum lagi koran yang rajin saya beli. Sayangnya, saya hanya membaca sekilas lalu meninggalkannya. 

Ketiga, kemampuan mengelola waktu yang buruk. Berapa banyak waktu yang saya habiskan untuk membaca? Berapa banyak waktu yang saya habiskan untuk berinteraksi di sosial media sehingga waktu habis tak terasa dan saya belum menyelesaikan apa-apa.

Impian saya masih sama, yakni menjadi penulis. Namun, kebiasaan buruk ini tampaknya membuat impian saya semakin jauh untuk diraih. Kesadaran ini seharusnya menjadi cambuk agar pembenahan segera dilakukan. Kesadaran ini harus membuahkan aksi bukan berhenti pada kesadaran tak berdaya. 

Teringat petuah bijak Paulo Coelho,” Aksi adalah satu-satunya kunci untuk membuka pintu sukses.”

Jadi, mari mulai beraksi!

Iklan

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s