Ilmu untuk Semua

Standar

Kemarin dalam rapat koordinasi mingguan, seperti biasa pimpinan membuka rapat dengan mengingatkan anak buahnya tentang visi misi perusahaan. Sebagai lembaga bimbingan belajar, tentu misinya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan slogan “we make your dreams come true“, lembaga kami bertekad untuk membantu siswa meraih;mewujudkan mimpi-mimpinya.

Setali tiga uang dengan misinya, tentu dibutuhkan fasilitas yang bagus untuk mendukung tercapai misi lembaga. Sejauh ini lembaga bimbingan belajar tempat saya bekerja ini memberikan pelayanan maksimal kepada siswa. Kelas ber-AC, ruangan yang luas,kursi yang ergonomis, keramahan dan keterbukaan pengajar serta karyawan,dan buku-buku penunjang,serta alat peraga.

Dari sekian banyak fasilitas yang diberikan, khusus untuk siswa SD, alat peraga sangat dibutuhkan. Seorang teman pengajar SD mengusulkan pengadaan alat peraga untuk pelajaran sains,seperti beberapa jenis batu dan kerangka manusia. Pimpinan kami mengiyakan usulan itu,tapi sayang dengan catatan:alat-alat peraga itu hanya diperuntukkan untuk siswa-siswa SD program silver dan gold. 

It means, siswa-siswa reguler yang membayar lebih murah tidak akan menerima fasilitas itu. Sungguh,atas nama pendidikan untuk semua, saya menganggap penyediaan fasilitas berdasarkan program amat diskriminatif. Di bimbingan belajar ini, program SD terbagi atas tiga, yakni reguler,silver,dan gold. Biaya setiap program itu terpaut antara Rp 1-2 juta.

Saya pikir kalaupun tidak bisa menyediakan fasilitas itu di setiap kelas program reguler, bisa tetap diberikan saat pelajaran sains berlangsung. Mekanismenya bisa meminjam dari program silver atau gold. Sayangnya,meskipun hidup di negara demokratis, dalam lembaga ini,rapat bukanlah forum brainstorming, melainkan forum duduk,diam,dan dengar. 

Jadi, penting bagi para guru untuk lebih kreatif memberikan materi pelajaran kepada para siswa. Seandainya tak ada alat peraga memadai yang disediakan di kelas, kita bisa mencarinya sendiri. Hal sederhana adalah mengunduh gambar dari internet. Selain itu, bisa juga mengunjungi museum lalu memotret benda-benda yang berhubungan dengan mata pelajaran tersebut.

Kunci kesuksesan sebagai guru adalah tidak bergantung pada lembaga dalam menyediakan alat peraga. Sebagai guru, kita tentu paham bahwa anak-anak didik mempunyai tipe belajar yang berbeda. Ada yang visual, auditorial,dan kinestetik.

Bagi si visual dan kinestetik,alat peraga amat penting untuk memahami materi pelajaran. Picture can explain thousand words,begitu kurang lebih prinsip si visual. Sementara kinestetik berprinsip knowledge comes from my experiences.Berbeda dengan anak auditorial. Dia cukup mendengarkan penjelasan guru secara verbal,mendiskusikannya, lalu tersimpan rapi dalam memorinya. 

Alih-alih menggerutu atau adu argumen dengan pimpinan karena diskriminasi fasilitas yang diberikan pada siswa, lebih baik kreatif menyiapkan alat peraga sendiri. Bukankah sudah banyak kisah keberhasilan guru menciptakan alat peraga sendiri.

Menciptakan alat peraga sendiri dianggap lebih efektif karena tepat sasaran;sesuai dengan silabus yang ditetapkan.Selain itu, dalam kasus yang terjadi di lembaga ini,alat peraga yang diciptakan atau dimiliki sendiri dapat dipergunakan di mana pun tanpa terikat aturan lembaga yang menetapkan fasilitas alat peraga -kelak-hanya disediakan untuk program silver dan gold. 

Sungguh,diskriminasi semacam itu melukai hak asasi anak untuk tahu dan paham. Oleh karena itu,prinsip ilmu untuk semua harus tetap dipegang teguh oleh setiap guru bahkan oleh siapa pun yang concern terhadap pendidikan yang mencerdaskan dan mencerahkan.Ilmu untuk hidup lebih baik. 

 

Iklan

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s