Saran Sederhana

Standar

Seperti biasa, saya dan teman2 makan siang bersama di meja bundar, di ruang diskusi kantor kami.Seperti biasa juga, kami ngobrol ngalor ngidul tentang beragam topik. Mulai dari rasa bawang putih yang sangat menonjol dalam tumis jamur, ikan teri yang kaya vitamin,gemblong enak di warung seberang jalan, hingga tingkah laku para siswa. Biasanya obrolan kami semakin menarik ketika kami saling berbagi informasi tentang pengalaman kami saat bergaul dengan mereka.

Sebagai pengajar, kami tentu harus memperhatikan mereka mulai dari pelajaran sampai curhat masalah pacar. Tidak sederhana memang, karena orangtuanya menitipkan mereka kepada kami. Namun, tidak sederhana bukan berarti tak menyenangkan. Bagi saya dan teman-teman, amanah semacam ini memberi nuansa tersendiri bagi kehidupan kami. Banyak hikmah yang bisa dipetik dari begitu banyaknya peristiwa tentang mereka yang datang silih berganti untuk kami selesaikan. 

Obrolan paling menarik di meja bundar tadi adalah tentang kesibukan sekaligus kecemasan para siswa,khususnya siswa kelas XII, selepas SMA kelak. Saya kira itu hal yang wajar karena saya mengalami situasi dan perasaan yang sama dua belas tahun silam. Namun, saya melihat ada hal-hal yang menurut saya terlalu berlebihan. Kekhawatiran itu menyebabkan banyak siswa yang mendaftar di pergururuan tinggi secara membabi buta, mengikuti berbagai les secara membabi buta pula. Bagi saya, ini sangat mengkhawatirkan.

Usaha dan kerja keras memang sangat penting diiringi doa tentunya, tetapi apa yang kalian lakukan -maaf- saya menyebutnya dengan tindakan yang kalap akibat kekalutan.
Siapa yang takkhawatir jika tidak lulus SNMPTN? siapa yang tak kecewa jika gagal? Akan tetapi, pertanyaan-pertanyaan itu tentu tidak bisa dijawab dengan mengambil semua hal yang ada di depan mata tanpa mengatur strategi sebelumnya. Hindari sikap semau gue atau berpikir sendiri tanpa ada pedoman. Tanyakan pada orangtua atau mereka yang kalian anggap punya wawasan lebih tentang ini. Jangan kuras habis energi kalian untuk hal-hal yang belum pasti. 

Maafkan saya jika ada yang tersinggung, tulisan ini bagian dari kasih sayang saya kepada kalian..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s