Jalan Belajar

Standar

Berangkat dari sindiran seorang teman baik,blog ini pun dibuat. Kesibukan sebagai guru bimbel sebenarnya luar biasa padat. Jam kerja yang kurang  fleksibel (kadang-kadang), lingkup pengetahuan yang harus menguasai ranah SMP dan SMA, belum lagi ruang yang sangat ekstra lapang untuk kesabaran dan  pemakluman terhadap perilaku siswa-siswa yang sedang menjalani proses keemasannya sebagai remaja.

Sebenarnya sih sebutan guru dianggap kurang pas dilekatkan pada korps pengajar bimbel. Bos saya di Sukabumi dulu pernah bilang kalau kami bukan guru,melainkan pengajar belaka. Hal sama diungkapkan seorang rekan kerja yang mengingatkan saya. “Kita hanya mengajar mereka,Bu. Kita tidak bertanggung jawab terhadap polah tingkah anak-anak.” 

Peringatan itu saya terima setelah menegur seorang anak yang ribut saat belajar di kelas. Anak itu belum pernah ternyata melapor kepada puskesmas

Iklan

2 responses »

  1. “Bos saya di Sukabumi dulu pernah bilang kalau kami bukan guru,melainkan pengajar belaka.”

    “Kalau”? Tampaknya hampir tak ada lagi orang Indonesia yang bisa membedakan “kalau” dan “bahwa”. Hehehe 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s