Lalu Lalang Pikiran

Standar
Selamat pagi . . .
Cukup cerah Kamis pagi ini. Kecerahannya tidak menyurutkan berbagai pikiran yang lalu lalang di kepala saya. Banyak hal minta diurai agar takjadi beban. Bagaimana pun klasifikasi masalah atau tugas itu perlu dilakukan.
Ada dua naskah yang sudah ditunggu penerbit. Saya menjanjikan akhir minggu ini selesai. Sayangnya, inkonsistensi menghambat lagi. Dua hari kemarin saya keasyikan membaca Intelegensi Embun Pagi-nya Dee. Buku ini saya beli April 2016 silam dan baru dibaca dua hari kemarin. Sebelum 2016 berakhir, buku ini harus selesai. Resensinya menyusul. Akan saya tulis setelah resensi Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto karya Mitch Albom saya selesaikan. Sebelum 2016 berakhir, harus ada resensi yang saya kirim ke media. Dimuat atau tidak, itu urusan lain.
Nah, karena keasyikan membaca itu, slogan “tar sok..tar sok…” melanda saya. Di hari Kamis ini, kesadaran itu menyeruak lagi. INGAT! modal penulis freelance adalah kepercayaan agar ada proyek-proyek lanjutan. Makanya, sengaja saya bangun pukul 03.19 dinihari untuk melanjutkan menyelesaikan naskah buku Akpol Akmil ini. Namun, ternyata saya masih belum memaksimalkan waktu dengan efektif. Hiks . . . kesadaran tak berdaya lagi.

 

Agenda lain yang lalu lalang di pikiran adalah kegelisahan tentang 4 November lalu dan kemenangan Trump di Pilpres Amerika kemarin. Meskipun saya hanyalah seonggok debu di dunia ini, tetap saja saya peduli dan memperhatikan semua hal yang terjadi baik itu dekat maupun jauh dari jangkauan saya. Ide dan alur tulisan sudah menari-nari di benak saya. Sayangnya, saat duduk di depan laptop. Adaa saja hal yang mengalihkan perhatian. Mulai dari mampir sebentar yang akhirnya lama di FB, membaca pesan-pesan Whatsapp sampai urusan rutin rumah tangga yang tak ada habisnya. Akhirnya waktu sudah menunjukkan pukul 09.24, saya masih belum apa-apa.

Image result for selamat pagi

Selain itu, ada beberapa tulisan yang seharusnya sudah saya revisi dan kirim ke beberapa media. Karena tidak punya banyak referensi tentang media-media daerah, seringkali saya buntu akan mengirimkan tulisan-tulisan itu ke mana? Masa targetnya cuma Kompas, Bobo, Pikiran Rakyat, Femina, dan Ummi selalu? Mentang-mentang media cetak itu yang saya akrabi atau mudah saya akses atau yang saya sukai. Membaca karya-karya teman-teman penulis di FB yang berhasil menembus media-media daerah membuat saya mengatur ulang strategi. Kali ini, saya akan mencoba peruntungan saya di media-media daerah itu. Kangen rasanya membaca nama saya di media cetak, seperti tahun 2014 lalu saat resensi saya dimuat di Kompas. Rasanya tak ada kebahagiaan yang lebih dari itu. Hati saya sumringah selama seminggu. hahaha…

 

Baiklah, sesi curhat selesai. Ditemani semangkuk sayur kacang merah, roti bumbu selai kacang dan meses, serta secangkir teh hangat, saya lanjutkan naskah Akpol Akmilnya. Semoga semua orang berbahagia meski Trump menang. “Selalu ada harapan,” kata Obama. eaaa…

Menyusun Resume Kekinian

Standar

           Resume pekerjaan sebenarnya adalah etalase awal bagi para pelamar kerja dalam memperkenalkan dirinya. Oleh karena itu, penting bagi para pelamar kerja untuk membuat resume pekerjaan yang khas sehingga meninggalkan kesan kuat bagi staf  HRD suatu perusahaan yang membacanya.

            Jika saat ini Anda sedang membuat resume pekerjaan, mulailah merancang sendiri resume Anda. Hentikan kebiasaan salin tempel dari banyak resume yang Anda jumpai di mesin pencari atau resume Anda sebelumnya. Jadikanlah berbagai contoh resume di mesin pencari itu sebagai panduan untuk membuat resume khas Anda.

Hasil gambar untuk menulis resume

job-like.com

Perubahan trend yang berkembang di dunia kerja dari waktu ke waktu seharusnya diikuti pula oleh teknik penyusunan resume pekerjaan. Salah satu contohnya adalah pemasangan foto di resume pekerjaan. Dulu, foto yang dipasang biasanya pas foto ukuran 3×4 atau 4×6 dengan ekspresi wajah formal cenderung kaku. Kini, bagian HRD sudah terbuka dengan ekspresi lebih segar dalam foto yang dipasang di resume pekerjaan.

 

Hasil gambar untuk menulis resume

job-like.com

Demikian pula dengan isi resumenya, Anda sebagai pelamar kerja harus lebih teliti dalam menjelaskan diri Anda agar tidak terkesan klise. Berikut ini ada beberapa kata yang seharusnya tidak dicantumkan dalam penyusunan resume pekerjaan.

 

            Pertama, kata “pekerja keras” harus Anda hindari. Dalam bekerja, tentu setiap orang wajib bekerja keras agar hasil pekerjaannya bagus dan target tercapai. Sifat ini bukan dituliskan, melainkan dibuktikan.

            Kedua, jangan menuliskan “dapat bekerja dalam tim”. Dalam bekerja, tentu setiap pekerjaan akan dilakukan dalam tim, Jadi, mau tidak mau, Anda harus siap bekerja dalam tim. Ingat juga! Jangan cantumkan kata tersebut jika Anda adalah seorang fresh graduated yang di atas kertas belum mempunyai pengalaman bekerja di dalam tim.  Sebaiknya sebagai seoang frsh graduated, Anda menjelaskan proyek yang sudah dikerjakan dalam tim saat masih di kampus.

            Ketiga, jika Anda ingin menyampaikan pesan bahwa Anda adalah orang yang bekerja teliti dan cermat, hindari memilih kata “berorientasi pada detail”. Karena dengan memilih kalimat tersebut, maknanya bisa dua hal : teliti atau tidak bisa membagi fokus. Tentu Anda tidak ingin meninggalkan kesan tidak bisa membagi fokus bukan? Sebaiknya, pilihlah kelebihan lain untuk mengesankan bagian HRD agar yakin Andalah orang yang mereka butuhkan.

            Keempat, banyak pelamar kerja mencantumkan kata “bertanggung jawab” dalam resumenya. Sifat bertanggung jawab sudah seharusnya dimiliki oleh pelamar kerja sebagai bukti kesungguhannya dalam bekerja. Lagipula, sifat bertanggung jawab akan terlihat dalam hasil tes psikotes selain akan terbukti pada saat bekerja. Agar perusahaan mengetahui Anda adalah seorang yang bertanggung jawab, sampaikan pengalaman Anda jika pernah menjadi ketua panitia atau memimpin sebuah proyek sebelumnya.

Kelima, hindari mencantumkan nilai gaji yang diinginkan dalam resume Anda. Nilai gaji biasanya dibicarakan pada saat wawancara kerja bukan di resume.

Demikian beberapa tips menyusun resume kekinian. Tulislah dengan objektif, hindari penggunaan kata yang bisa menjadi bumerang untuk Anda saat HRD mempelajari resume Anda. Mari mulai merapikan dan memperbaiki resume kita. Semoga sukses memperoleh pekerjaan yang diidam-idamkan demi hidup yang bahagia dan sejahtera.

 

If You Feel Over Worry

Standar
Pernahkah Anda merasa sangat khawatir tentang sesuatu? tentang seseorang? atau tentang masa depan? Saya kira sebagian dari kita pasti pernah mengalami itu. Merasa sangat khawatir tentang masa depan dan merasa tidak berdaya terhadap sesuatu yang akan terjadi.

Ketidakberdayaan adalah akar dari kekhawatiran tak berujung. Seringkali ketidakberdayaan itu berujung pada keputusasaan; kehilangan harapan. Apalah artinya menjalani hidup tanpa harapan? Bukankah harapan adalah kesibukan kehidupan selain keinginan?

Harapan membuat hidup kita lebih hidup. Harapan identik dengan hal-hal positif. Hidup dengan harapan membuat kita bersemangat untuk melangkah maju terus dan terus. Namun, kadangkala ada yang  bilang jangan terlalu berharap jika tak ingin sakit. Saya kira segala sesuatu yang terlalu memang tidak baik. Hidup itu sakmadyanya saja, begitu nasihat orangtua. Berharap secukupnya, berkeinginan secukupnya, dan khawatir secukupnya.

Hasil gambar untuk don't worry
                                                   marciaconner.com

Namun, adakalanya kita terjebak pada kondisi yang sangat tidak nyaman. Kondisi yang membuat kita begitu khawatir sehingga merasa sangat tidak berdaya. Jika Anda saat ini ada pada kondisi tersebut, cobalah praktikkan beberapa tips berikut :

1. Hang out dengan teman-teman akrab Anda.
Bercerita dan tertawalah bersama mereka. Singkirkan kekhawatiran           yang sedang melanda. Dari pelepasan sementara itu, akan ada saran             yang bisa Anda pertimbangkan untuk mengurangi atau menyelesaikan       kegundahan.
2. Menonton acara-acara komedi, film lucu, atau membaca buku-buku           ringan, seperti komik untuk menyegarkan hati.
3. Colouring books
Maraknya buku-buku mewarnai dengan berbagai tema bisa menjadi            media pelepasan sementara untuk menyegarkan pikiran. Saat Anda              mewarnai, emosi-emosi negatif bisa luluh dalam setiap warna yang            Anda poleskan pada gambar.
4. Fokus pada hal-hal yang ada di depan Anda.
Ada hal yang harus dilakukan dan diselesaikan dalam waktu dekat.              Lakukan segera jangan ditunda. Satu pekerjaan selesai lanjutkan                    pekerjaan lainnya sehingga tak ada waktu lagi untuk khawatir.
5. Mengubah visi hidup
Mungkin sudah waktunya Anda mengubah visi jika visi yang Anda miliki    saat ini malah membuat Anda merasa tertekan.
6. Segelas minuman favorit dan pejamkan mata Anda.
Teguk minuman favorit Anda pelahan, tarik napas dalam-dalam, dan          embuskan pelahan. Nikmati udara di sekitar dan rasakan                                  ketenangannya.
7. Berserah kepada Tuhan
Manusia berencana, Tuhan menentukan. Yakinlah tak ada cobaan yang        Ia berikan melebihi kemampuan kita.

Hasil gambar untuk don't worry
linkedin.com

So, don’t worry, be happy. Bayangkan emoticon smile yang ceria itu. Warna kuning dengan garis lengkung lebarnya membuat kita ceria dan bahagia lebih lama, terus..dan terus…
Bahagia adalah hak siapa pun dan apa pun di alam semesta. Termasuk Anda😉

Sinergi Hati dan Pikiran Saat Menulis

Standar

Menulis sebaiknya memang dengan hati. Tulisan yang dihasilkan akan terasa hidup dan menyentuh siapa pun yang membacanya. Namun, dalam praktiknya, tidak semua tulisan bisa mengalir lancar saat ditulis dengan hati. Pikiran pun berperan penting. Bedanya, jika menulis berdasarkan pikiran belaka, hasil tulisan akan kaku dan tak bernyawa.  Karena itu, dibutuhkan peran hati dan pikiran saat kita menulis.

Kerangka tulisan biasanya disusun berdasarkan logika berpikir.  Agar tulisan sistematis, perlu dipikirkan urutan penyampaian ide dalam setiap bab sehingga tidak melompat-lompat atau tumpang tindih. Saat kerangka tulisan atau dikenal juga dengan sebutan outline selesai, peran pikiran digantikan oleh hati. Apakah sepenuhnya demikian? Ternyata tidak.

Kita bisa menyampaikan kegelisahan hati atau rasa penasaran atau asumsi awal tentang suatu hal yang menarik perhatian dalam kalimat utama. Di situlah peran hati. Selanjutnya dalam menjelaskan isi kalimat utama, pikiran berperan mengatur keruntutan penyampaian agar pembaca memahami ide-ide yang ingin kita sampaikan.

Maka dari itu, menulis bukan aktivitas setengah hati atau setengah berpikir. Menulis adalah aktivitas yang melibatkan hati dan pikiran bekerja sama; bersinergi agar tercipta karya yang bisa memengaruhi dan memberi pemahaman terhadap pembacanya.

Apakah keterlibatan hati dan pikiran berlaku juga pada karya fiksi? Jawabannya : tentu saja. Jangan dikira menulis fiksi lebih mudah ketimbang menulis nonfiksi. Kesannya menulis fiksi sama dengan bercerita pada diary. Padahal tidak demikian. Menulis fiksi berarti membangun cerita berdasarkan delapan unsur intrinsiknya, yaitu alur, penokohan, perwatakan, latar, gaya bahasa, sudut pandang, tema, dan amanat.

Delapan unsur intrinsik itu wajib dipenuhi. Tak boleh ada satu pun yang tercecer atau sengaja dihilangkan.  Konflik, alur, dan ending cerita menjadi tiga unsur yang wajib ditentukan saat kerangka tulisan dibuat. Mengapa demikian? Agar kita tidak kebingungan menentukan cerita dan mengelola konfliknya saat menulis secara utuh.

Fiksi identik dengan rekayasa. Sebagian orang malah menganggap menulis fiksi bisa suka-suka kita akan membuatnya seperti apa. Ternyata dalam proses kreatifnya tidak selalu bisa suka-suka. Bukankah sebenarnya karya fiksi lahir dari kegelisahan para penulis terhadap kondisi masyarakat? Jika ditelaah lebih dalam, karya-karya fiksi keren yang berhasil memengaruhi peradaban manusia adalah buah kecerdasan dan kekritisan para penulis menyampaikan sikapnya.

Semua ide yang tertuang dalam tulisan diramu dengan kata hati sehingga menghasilkan karya yang bisa menginspirasi sekaligus memengaruhi pembacanya. Tentu sebagian dari kita masih ingat pengaruh karya Multatuli, Saijah dan Adinda, terhadap kebijakan pemerintah kolonial Belanda. Karya yang menceritakan penderitaan masyarakan Hindia Belanda akibat sistem tanam paksa memaksa Belanda menetapkan politik etis yang terdiri meliputi :

  1. Irigasi (pengairan), membangun dan memperbaiki pengairan-pengairan dan bendungan untuk keperluan pertanian.
  2. Emigrasi yakni mengajak penduduk untuk bertransmigrasi.
  3. Edukasi yakni memperluas dalam bidang pengajaran dan pendidikan.

Meskipun tidak diterapkan sepenuhnya di lapangan, kebijakan politik etis ini sedikit banyak menimbulkan perubahan bagi masyarakat Hindia Belanda.

Sementara di abad ke-21 ini, kita membaca lebih banyak buku yang berhasil menginspirasi dan memengaruhi masyarakat. Sebutlah beberapa judul, seperti Saman, Laskar Pelangi series, Hafalan Surat Delisa, Supernova series, Ayat- Ayat Cinta, Cantik Itu Luka, dan sebagainya. Belum lagi ditambah judul-judul buku fiksi anak yang turut mewarnai khasanah kekayaan alam pikiran para pembacanya.

Kecemerlangan karya-karya itu berkat sinergi antara hati dan pikiran. Hati meenjadi pelita bagi pikiran dalam menuangkan ide-idenya. Sementara, pikiran menjadi pengukur keruntutan alur tulisan agar tetap logis dan runtut. Karena itu, dibutuhkan konsentrasi penuh saat menulis. Aktivitas ini tak bisa dilakukan sambil lalu. Saat jari-jari kita mengetik tuts-tuts keyboard, hati dan pikiran kita mengumpulkan konsentrasi untuk menyusun kata dan menciptakan alur yang sistematis, hidup, dan logis.

 

doc : pribadi

Agar bisa fokus menulis,  beberapa hal  yang harus disiapkan dan dilakukan

 

  • Kondisi fresh saat hendak menulis.
  • Minum air putih yang cukup.
  • Selesaikan dulu semua pekerjaan rumah.
  • Pastikan Anda sudah banyak membaca bahan tentang tema yang akan ditulis.
  • Singkirkan gawai dari jangkauan Anda.
  • Menulislah di tempat sepi agar fokus Anda tidak mudah terganggu.

2      Anda yang rajin menulis pasti bisa menambahkan jika ada yang kurang. Selamat melanjutkan menulis ^^

 

Energi Berlimpah Jiah Al Jafara

Standar

Jiaah! Sepotong kata yang biasanya muncul saat kita kaget atau terkesima terhadap suat hal atau peristiwa yang terjadi. Ternyata istilah ‘jiaah” ini tak sekadar ekspresi kaget, tapi ia pumya makna khusus bagi gadis manis asal Jepara. Ia memilih nama Jiah sebagai nama udaranya. Jiah al Jafara begitu ia menulis namanya.

Mulanya saya kira Jiah ini seusia saya atau sedikit lebih muda. Karena itu, saya memanggilnya Mbak Jiah. Setelah cukup lama, membaca banyak obrolan di grup arisan blogger kami, barulah saya tahu kalau Jiah lebih pas dipanggil Dik Jiah.

Gadis  kelahiran Jepara ini menyimpan energi yang luar biasa. Dengan gaya bicara ceplas-ceplos, ia tampil apa adanya. Matanya yang tajam, lesung pipit, dan kulit hitam manis memberi pesan tersirat keyakinannya terhadap impian dan harapan hidup yang ingin diraihnya.

Photo:

doc.jiah.my.id

Saya mengenalnya belum lama, masih kurang dari setahun. Pun belum pernah berjumpa secara langsung.  Kami juga belum pernah berkomunikasi membahas suatu hal secara intens. Komunikasi kami biasanya terjalin di grup Whatsapp.  Komunikasi massif, yaitu obrolan yang terjadi antara beberapa orang dan sahut menyahut.

Obrolan dalam grup meskipun terjadi secara massif, sahut-menyahut seperti itu, tetap bisa menunjukkan karakter setiap orang. Ada yang karakternya cerewet, pendiam, suka curhat, sedikit galak, atau yang ceplas-ceplos cuek pun tampak di sana.

Jiah termasuk pada  tipe ceplas-ceplos cuek. Sekalipun untuk sebagian orang karakter di dunia maya dengan di dunia nyata bisa berbeda, dalam pandangan saya, gadis ini konsisten dengan karakternya di semua kesempatan. Ia bisa menjadi teman baik yang menyenangkan di semua suasana.

Beberapa kali saya singgah di www.jiah.my.id. Di “rumah”nya ini, ia berbagi cerita tentang impian-impiannya. Melalui tulisan-tulisannya tentang berbagai hal, tersirat gadis ini berpola pikir maju dan terbuka. Pola pikir yang mendorongnya bercita-cita bisa travelling ke banyak tempat di Nusantara ini. Tentu setelah Nusantara dijelajahi, ia akan mengembangkan sayap mengunjungi tempat-tempat indah dan asyik di mancanegara.

Saya mengagumi semangat dan kepercayaan dirinya.  Jiah seperti menyerap energi Kartini, pahwalan emansipasi wanita yang juga berasal Jepara. Semangat dan energinya meraih cita-cita menggambarkan perjuangan Kartini tidak sia-sia. Sebagai blogger, jam terbangnya sudah tak diragukan lagi. Sebagai individu, ia pasti punya pencapaian-pencapaian yang membuat diri dan keluarganya bangga. Tinggal satu hal yang masih dalam penantiannya, yaitu sosok pangeran yang akan mendampinginya mengisi hari-harinya.

Mungkin kelak jika saat itu tiba, ketika pinangan datang menghampirinya, banyak kolega yang akan berkata,”Jiaah! Akhirnya sang pangeran datang juga. Pangeran untuk gadis manis berlesung pipit dari Jepara.”Semoga Tuhan memberkahi setiap doa yang menyertai langkahmu ya,Dik J. ^_^

 

 

Dua Prinsip Kuliner Sri Rahayu : Halal dan Sehat

Standar

Yang paling saya ingat tentang Sri Rahayu adalah ceritanya tentang makanan halal di Denpasar, kota tempat tinggalnya. Waktu itu, kami sedang berbincang banyak hal di grup arisan link Blogger Perempuan. Perempuan kelahiran Jakarta ini men-share foto kios masakan berbahan dasar daging celeng di salah satu pusat keramaian di Kota Denpasar.

Hal yang menarik dari foto itu adalah tulisan haram yang tertulis jelas di salah satu bagian muka kios. Sri Rahayu memuji cara pedagang makanan itu mempomosikan dagangannya. “Begini seharusnya berjualan. Jelas yang haram dan halal agar tidak ada pihak yang tertipu,”ujarnya.

Karakternya yang tegas tecermin dari sikap dan komentarnya dalam berinteraksi dengan perbedaan pandangan tentang kehalalan produk makanan dan minuman. Karena ketegasannya, ia harus berhadapan dengan  pihak yang tak menyukai sikapnya tersebut. Namun, istri Judistiro Setyonegoro ini bergeming. Ia tetap berjuang menyuarakan kebenaran dan kejujuran tentang makanan halal dan haram.

Sebenarnya, sikap Sri Rahayu ini wajar. Siapa yang akan memperjuangkan haknya sebagai warga minoritas yang tidak makan daging celeng di Kota Denpasar jika bukan dirinya sendiri. Namun demikian, perjuangan itu harus didukung oleh banyak hal, tidak sekadar vokal dalam bersikap.

Oleh karena itu, agar lebih nyaman dan aman mengonsumsi makanan,  ibu dua anak ini memilih lebih rajin memasak. Selain karena memasak baginya menjadi cara untuk mengusir sepi, memasak juga menjaga dirinya dan keluarga dari mengonsumsi makanan atau minuman tidak halal yang tersamar saat sedang di luar rumah. Lambat laun hobi memasaknya ini berkembang menjadi usaha kuliner rumahan.

sri rahayu

Berfoto bersama Chef Degan di acara Chef Kitchen (www.istanabundavian.com)

Hobi memasak yang ditekuni sarjana pertanian ini pun membawanya ke banyak acara kuliner, baik sebagai food tester maupun undangan menghadiri demo masak eksklusif yang diadakan di kota tempat tinggalnya. Berbagai acara bertema kuliner yang diikutinya semakin mengasah kemampuan dan wawasan Sri Rahayu di dunia ini. Ia takhanya pandai memasak, ia pun mulai mahir menggunakan peralatan memasak canggih agar masakannya tetap lezat dan sehat, tetapi diselesaikan dalam waktu singkat.

Kesadarannya tentang makanan halal dan sehat membuatnya bercita-cita mempunyai klinik kesehatan berbasis TOGA, tanaman obat keluarga. Sebuah klinik kesehatan yang meracik sendiri obat-obatan yang dipetik langsung dari kebun. Cita-cita mulia, semoga kelak terlaksana…

 

Renungan dalam Ocehan Ade Anita

Standar

Membaca ocehan Ade Anita dalam www.adeanita.com adalah membaca renungannya terhadap berbagai peristiwa kehidupan.

Renungan – renungan Ade disampaikan dalam gaya bahasa sederhana dan ringan. Karena itu, cerita -ceritanya mudah dicerna dan menarik untuk dibaca. Beberapa tulisannya yang saya baca, seperti Semua Istri Baik, Hanya . . . ; Kebaikan Yang Bisa Kita Ajarkan Pada Anak; dan Jodoh Dicari Bukan Dinanti  menceritakan hasil pengamatannya terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di sekitarnya.

mahmer header pink_1 (1)

doc:www.adeanita.com

Ade menyebut tulisan-tulisannya sebagai ocehan. Layaknya sebuah ocehan, takperlu terlalu risau dengan gaya bahasa atau aturan EYD yang mengikat. Ia menulis dalam gaya bahasa bertutur yang santai. Karena itu, pembaca blognya merasa seperti mendengarkan Ade bercerita bukan membaca ceritanya.

Terus menulis,Mbak Ade. Menulis membuat hidup terasa lebih hidup🙂